Friday, October 2, 2009

Lomba Penulisan Artikel

Lomba Penulisan Artikel Perpustakaan


Tema: Perpustakaan Ideal untuk Sekolah Kita



Peserta:
Segenap siswa SMK Negeri 1 Batang
Persyaratan:
  • Peserta boleh mengirim lebih dari satu artikel
  • Panjang artikel antara 3-5 halaman kuarto spasi 1,5
    Hard copy dan soft copy
  • Mencantumkan nama dan kelas
  • Diserahkan ke perpustakaan SMK Negeri 1 Batang dalam amplop tertutup

  • Criteria:
  • Artikel harus orisinil
  • Artikel harus merupakan karya sendiri, bukan jiplakan /salinan
  • Artikel harus kreatif, inovatif, dan aplikatif
  • Artikel dapat memberikan manfaat bagi perkembangan perpustakaan SMK Negeri 1 Batang
  • Artikel belum pernah dimuat / tidak sedang dilombakan di tempat lain
  • Artikel diserahkan paling lambat Februari 2010

  • Hasil penilaian akan diumumkan di Perpustakaan dan Majalah BISIS edisi 22
    Artikel yang terbaik (Juara I, II dan III) akan mendapat hadiah dan penghargaan dari Perpustakaan SMK Negeri 1 Batang, serta bagi artikel terbaik I akan dimuat dalam Majalah BISIS Edisi selanjuatnya.
    Artikel akan dinilai oleh Tim Penilai dan keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat.
    Keteranganm lebih lanjut silahkan hubungi coordinator /petugas perpustakaan.



    go to HOME....

    Thursday, September 24, 2009

    Prestasi KIR SMK 1 Batang tahuun 2009/2010

    HARKOP KE-62 KABUPATEN BATANG



    Untuk memperingati hari koperasi yang ke 62 tepatnya jatuh pada tanggal 12 Juli 2009, kabupaten Batang mengadakan lomba mengarang. Pesertanya terdiri dari siswa/siswi SMA/SMK/MA se-kabupaten Batang.

    Setiap Sekolah mengirimkan 2 siswa/siswinya. Untuk SMK Negeri 1 Batang sendiri mengirimkan Sri Dianah dan Sugiharto kelas XII AP 1. Prosedurnya tidak terlalu sulit, dimana peserta hanya mengirimkan naskahnya langsung ke DEKOPINDA kabupaten Batang. Persyaratan naskah diketik 2 spasi, dalam kertas kwarto, dan terdiri dari 1500 kata (3 sampai 4 lembar).

    Pengumuman hasil kejuaraan diadakan hari sabtu, 11 juli 2009 di gedung DEKOPINDA, yaitu bertepatan dengan saresehan dalam memperingati Harkop yang ke 62 kabupaten Batang. Setiap peserta dari masing-masing sekolah mendapat undangan untuk menghadiri saresehan tersebut. Saresehan dihadiri oleh Ketua DEKOPINDA Provinsi Jawa Tengah beserta jajarannya, dan semua tamu undangan dari berbagai koperasi se-kabupaten Batang.

    Hasil Kejuaraan di umumkan setelah sambutan dari Ketua DEKOPINDA Provinsi Jawa Tengah. SMK Negeri 1 Batang sendiri mendapat 2 kejuaraan, yaitu juara 2 oleh Sri Dianah dan juara harapan 2 oleh Sugiharto. Berikut adalah pesan dari sri Dianah dan Sugiharto :
    "jangan pernah mengatakan tidak bisa sebelum mencoba dan berusaha . . SMK BISA . . "



    Oleh : Sri Dianah
    XII AP 1

    Monday, August 10, 2009

    Berita-berita soal teroris


    Wawancara pengamat terorisme, Al Chaidar, dengan salah satu stasiun TV di Indonesia



    Kalau situsnya aja buatnya di Amerika, jangan-jangan si Top-nya ada di Amrik...nah, musti kejar si Top di Amrik kerja sama ama Rambo-Rambo negeri Uncle Sam



    Ternyata yang disebut-sebut teroris itu suka main juga ya di Warnet...makanya wahai Pak Polisi; sweeping aja di warnet-warnet.Mungkin selain ketemu teroris juga bisa temukan banyak anak negeri ini yang suka buka-buka situs porno

    Friday, July 3, 2009

    Kampanye


    Kampanye...korban kampanye
    yang ini juga berita kampanye..

    Monday, June 16, 2008

    Kursus Menjahit


    This is a picture of my wife's mother who always supported me to do something good for our future. Something impressed me most is her hobby of reading book. She was so crazy for books hence almost my books I have were read by her during the course she had. How could she read the books while she was teaching her students? It's so fantastic, isn't it? My wife always said to me that she was the only-one woman who loved and understood her well. My wife wish she could realized her beloved mother dream to visit the Prophet Muhammad PBUH's original born place, in Medina and performing hajj in Mecca. I always say "amiin"; we'll make her dream comes true

    Thursday, June 12, 2008

    Job Vacancy


    Sudah di pasang di BKK SMK N 1 BATANG

    Wednesday, May 28, 2008

    Pengajian.dok.folder C Komputer Ruang Guru Umum SMK 1 BATANG

    Pengajian: Pesona Kelembutan Islam
    Oleh: Ustadz Hakamsyah Lc.



    Di antara akhlak Nabi Saw. yang paling menonjol, beliau adalah
    pribadi yang lemah-lembut. Kesaksian semua orang yang pernah semasa
    dengan beliau, menggambarkan bahwa beliau tidak pernah berkata
    kasar, tidak pernah mengumpat, dan tidak pernah berlaku bengis.
    Bahkan, beliau Saw. tidak pernah marah, kecuali terhadap perbuatan
    yang melanggar kehormatan agama.
    Dalam ungkapan yang singkat, Dr. Yusuf al-Qardhawi
    mengatakan, "Barangsiapa membaca sunnah Rasul Saw., baik dalam
    perkataan maupun perbuatan, maka akan menemukan pancaran
    kelemahlembutan dalam berdakwah dan interaksi sehari-hari."
    Ada beberapa hikmah yang bisa kita peroleh dari perangai
    lemah-lembut, seperti telah dicontohkan oleh Nabi Saw. Yaitu di
    antaranya: Pertama, kelemahlembutan bisa membuat kita menjadi
    pribadi yang indah. Secara garis besar, Allah Swt. mengkaruniakan
    dua keindahan kepada manusia: keindahan fisik, dan keindahan
    kepribadian. Manusia pada umumnya mudah terpukau oleh keindahan
    fisik. Namun, keindahan fisik ini akan segera kehilangan kesan bila
    tingkah-laku dan kata-katanya kasar. Di sinilah, kelemahlembutan
    menjadi kunci untuk mewujudkan pribadi yang indah. Nabi Saw.
    bersabda:
    "إن الله يعطي على الرفق ما لا يعطي على العنف, وما لا يعطي على ما سواه".
    "Sesungguhnya Allah memberi (keutamaan) kepada
    kelemahlembutan, yang tidak diberikanNya kepada kekerasan, dan tidak
    juga diberikanNya kepada (sifat-sifat) yang lain." (HR. Muslim
    dari `Aisyah ra.)
    Dalam kesempatan lain, Nabi Saw. bersabda:
    "إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه, ولا ينزع من شيء إلا شانه".
    "Sesungguhnya kelemahlembutan tidak melekat pada sebuah
    pribadi kecuali sebagai perhiasan, dan tidak terlepas darinya
    kecuali sebagai keaiban." (HR. Muslim)
    Kedua, kelemahlembutan bisa membentuk orang-orang dan
    lingkungan di sekitar kita. Banyak Sahabat radhiyalLahu
    ta'âlâ `anhum yang memperoleh hidayah (masuk Islam) setelah
    menyaksikan pribadi Nabi Saw. yang lemah-lembut. Salah satunya:
    Tsumâmah bin Atsâl ra.
    Suatu hari, Tsumâmah yang masih musyrik tertangkap dalam
    sebuah peperangan melawan kaum Muslimin. Ketika Nabi Saw. menjenguk
    para tawanan, beliau sempat bertanya kepada Tsumâmah, "Apa yang
    ingin kau katakana, wahai Tsumâmah?"
    Tsumâmah menjawab, "Jika kau hendak membunuhku, hai
    Muhammad, sesungguhnya kau membunuh seseorang yang memiliki pengaruh
    kuat. Jika mau berbuat baik kepadaku, maka kau berbuat baik kepada
    orang yang tahu berterima kasih. Dan jika kau ingin harta tebusan,
    sebutkan saja berapa pun jumlahnya, pasti akan aku bayar."
    Namun Nabi Saw. tidak memerintahkan untuk membunuh Tsumâmah,
    atau meminta tebusan darinya. Beliau Saw. malah mengingatkan para
    Sahabat ra. agar merawat Tsumâmah dan tawanan lainnya dengan baik.
    Demikianlah, sampai tiga kali kesempatan Nabi Saw.
    menanyakan hal yang sama kepada Tsumâmah, ia terus menantang untuk
    dibunuh saja atau membayar tebusan dalam jumlah yang besar.
    Setelah para tawanan tersebut dirawat hingga pulih kondisi
    mereka, alih-alih mereka dibunuh atau dimintai uang tebusan; Nabi
    Saw. dengan senyum mengembang malah membebaskan mereka tanpa syarat
    dan menyuruh mereka untuk kembali kepada keluarga masing.
    Tsumâmah pun beranjak meninggalkan Nabi Saw dan para Sahabat
    ra. Namun tak lama berselang, ia kembali menghadap Nabi Saw.,
    mengikrarkan keislamannya. Lalu ia berkata, "Sungguh, wahai
    Rasulullah, sebelum ini tiada orang yang paling saya benci di dunia
    selain anda. Tapi sekarang anda menjadi orang yang paling saya
    cintai di dunia ini." (HR. Bukhari dan Muslim)
    Ketiga, kelemahlembutan adalah pelindung hati dari noda dan
    penyakit kalbu. Yang perlu disadari, ketika kita berkata kasar dan
    mengumpat, sebenarnya kita tidak sedang merugikan orang lain. Tapi,
    terlebih lagi, kita sedang menodai hati kita sendiri, mengotorinya
    dengan kekasaran, serta membuatnya menjadi keras.
    Suatu kali, Nabi Saw. tengah dudukbersama Aisyah ra. Lalu
    melintaslah sekelompok orang Yahudi di hadapan beliau. Tiba-tiba
    mereka menyapa Nabi Saw. dengan memelesetkan
    ungkapan "Assalâmu'alaikum" menjadi "Assâmu `alaika"—kebinasaan
    atasmu, hai Muhammad.
    Mendengar serapah orang-orang Yahudi itu, Aisyah ra. naik
    pitam dan balik memaki mereka. Namun Nabi Saw. segera menenangkan
    Aisyah ra. dan memintanya agar tidak mengotori mulut dan hatinya
    dengan kekasaran dan kebencian. Lalu beliau memberikan alasan:
    "إن الله رفيق ويحب الرفق في الأمر كله".
    "Sesungguhnya Allah Swt. lembut, dan menyukai
    kelemahlembutan dalam segala hal." (HR. al-Bukhari)

    Lemah-lembut dalam tutur kata, lemah-lembut dalam canda,
    serta lemah-lembut dalam tingkah-laku ternyata merupakan salah satu
    keteladanan yang paling menonjol dalam diri Rasulullah Saw. Dan saat
    ini, dalam keseharian kita, baik dalam lingkup kehidupan sosial yang
    paling kecil hingga yang paling besar; betapa kita menghajatkan
    keteladanan ini demi terus menjaga keseimbangan sosial yang kita
    miliki. Toh Allah Swt. telah berfirman:
    "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan
    yang baik bagimu; yaitu bagi orang-orang yang mengharap (keridhaan)
    Allah…" (Al-Ahzâb; 21)
    Kelemahlembutan bukan indikasi ketidakberdayaan, tetapi
    merupakan tanda kemampuan untuk mengendalikan diri. Sebaliknya,
    kekasaran bukan tanda kekuasaan, namun tanda kerapuhan emosional dan
    kelemahan kepribadian.
    Pada titik singgung ini, Nabi Saw. bersabda:
    "إذا أحبّ الله عبدا أعطاه الرفق. وما من أهل بيت يحرّمون الرفق إلا
    حرّموا الخير".
    "Apabila Allah Swt. menyukai seorang hamba, maka Ia akan
    mengkaruniainya kelemahlembutan. Dan barangsiapa dari keluargaku
    yang mengharamkan/menjauhi kelemahlembutan, maka sesungguhnya dia
    telah menjauhi kebaikan." (HR. Muslim dan Abu Dawud)